64 Ribu Siswa SD di Sulawesi Barat Terima BSM dari APBN-P

Posted on

Siswa SD2Mamuju, Sulawesi Barat — Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan provinsi dengan jumlah penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) tinggi. Tahun 2013 ini, melalui APBN-P, 64.582 siswa sekolah dasar (SD) menjadi penerima BSM yang besarannya mencapai Rp425 ribu per siswa per tahun.

Pemberian BSM kepada siswa di Sulbar didasarkan pada Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Format Usulan Sekolah (FUS). Arnidah, Kasie SD dan Paket A Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar mengatakan, jika hanya berdasarkan KPS, banyak siswa tidak mampu yang tidak masuk daftar penerima atau memiliki KPS. Sehingga sekolah memasukkan nama mereka dalam FUS.

“Kalau masih mau berdasar KPS, tidak sampai 50 persen,” katanya saat mendampingi Tim Portal Kemdikbud di SDN 1 Mamuju, Sulbar, (17/12).

Arnidah mengatakan, Sulawesi Barat memiliki lima kabupaten. Perincian jumlah penerima BSM di tingkat SD adalah: Kabupaten Majene 4.008 siswa, Kabupaten Mamasa 8.146 siswa, Kabupaten Mamuju 7.506 siswa, Kabupaten Mamuju Utara 10.734, Kabupaten Polewali Mandar 34.188 siswa. Total dana BSM tersebut mencapai Rp23.784.890. Kabupaten Polewali Mandar sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Sulbar menjadi penerima BSM terbanyak dengan total dana mencapai Rp12 milyar.

Dijelaskan Arnidah, proses penyaluran BSM kepada para siswa berjalan dengan baik. Namun untuk beberapa siswa yang tinggal jauh di daerah terpencil, biaya transportasi untuk mengambil dana BSM cukup besar, bahkan bisa lebih besar daripada nilai BSM itu sendiri. Sehingga beberapa siswa yang tidak mengambil BSM ke tempat penyaluran.

BSM di Sulbar disalurkan melalui dua tempat, yaitu Bank Sulselbar dan Kantor Pos. BSM yang berdasarkan KPS disalurkan melalui Bank Sulselbar yang berada di ibukota kabupaten. Sedangkan BSM yang berdasarkan FUS disalurkan melalui Kantor Pos yang ada di setiap kecamatan.

“Untuk daerah Mamuju, ada siswa di Kecamatan Kalumpang dan Kecamatan Bonehau yang lokasinya jauh. Naik ojek 150-ribu,” katanya. Perjalanan dari kedua kecamatan tersebut hanya bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor karena lokasinya yang terpencil.

Selain itu, untuk siswa yang berada di Kabupaten Mamuju Utara, untuk mencapai lokasi penyaluran BSM harus melewati sungai yang banyak buayanya. Untuk kasus tersebut, dana BSM yang tidak diambil akhirnya dikembalikan ke kas negara.

Pengambilan dana BSM tidak bisa diwakili, harus diambil sendiri oleh siswa yang bersangkutan atau didampingi orang tua bagi yang masih kecil. “Kalau diwakili tapi takutnya salah sasaran. Kena potongan. Takutnya tidak sampai ke anak,” ujar Arnida.

Salah satu solusi yang diusulkan Pemprov Sulbar adalah dengan meminta Kantor Pos yang berlokasi di kecamatan untuk mendatangi langsung siswa di sekolah atau di rumah. “Sayang kalau tidak diambil,” tutur Arnidah. (DM)

http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s